sebutir biji anggur tunduk berdoa
di antara celah tanah rekah
duduk sembunyi di atas batu-batu sunyi
akar-akar lemahnya bergerak
merambat kelok bagai pita nada
nada doa yang tak tersuara
lengkingnya adalah curam
menghunjam kedalaman
menuju pada inti bumi
sementara,
dahan hijau mudanya yang lemah
mengangkasa dengan pikulan
bakal daun, sulur dan bunga
harapan-harapan kehidupan
menumbuhkan buah segar
menyimpan butir-butir biji
bakal kehidupan baru
kelak
atau setidaknya, ia pernah ada
jika kehendak menginginkan
tiada berlaku kehidupan baru
baginya doa adalah rambatan akar
yang bermesra dengan tanah
Pekalongan, 2 Agustus 2014
Ribut Achwandi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar